Skip to main content

Posts

Bukan Kebahagiaan, Tetapi Ketenangan

Saya lebih suka menyebut apa yang didapatkan di dunia ini bagi orang yang beriman dan berIslam sebagai ketenangan. Di dunia, kita dapat mendapatkan ketenangan. Ketika sedih, kita bisa tenang. Ketika susah, kita tenang. Ketika senang, kita tenang. Ketika bahagia, kita tenang. Ketika mendapat nikmat maka bersyukur akan membuat kita tenang, ketika mendapatkan musibah maka bersabar akan membuat kita tenang. Orang yang beriman dan berIslam akan tenang dalam menjalani hidupnya karena selalu siap apapun yang ada dihadapannya. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan kita keistiqomahan dalam beriman dan berIslam. Aamiin.
Recent posts

Definisi dari Buku Euclid's Elements

Dulu, saya tergolong mahasiswa yang bisa mengerjakan soal-soal geometri dan paham tentang perhitungan dalam geometri. Namun, suatu ketika, ketika ujian skripsi, kebetulan skripsi saya adalah tentang geometri, saya ditanya oleh penguji saya, "Apa itu titik, apa itu garis, dan apa itu bidang?". Seketika itu juga saya bingung tidak bisa menjawab. Pertanyaan itu sama sekali di luar perkiraan saya karena dalam skripsi saya sudah menghitung dan menciptakan rumus-rumus yang rumit. Hal seperti ini mungkin juga terjadi pada kebanyakan mahasiswa S1 matematika. Mereka panda melakukan prosedural penghitungan yang rumit, mampu mengerjakan soal-soal yang sulit-sulit, tetapi ketika ditanya tentang konsep ataupun definisi dari obyek dalam matematika, mereka kebingungan. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini, saya mau membagikan definisi-definisi dalam geometri yang diambil dari buku yang sudah sangat legendaris, yaitu buku Elements karya Euclid. Justru, definisi-definisi ata...

Al Fatihah 1-4

Al Fatihah 1-4 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (١) Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang (1) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ (٢) Segala pujian untuk Allah Tuhan seluruh alam (2) الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (٣) Maha Pengasih Maha Penyayang (3) مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ (٤) Pemilik hari pembalasan (4)

Apakah Ada Kebahagiaan Sejati di Dunia Ini?

Pernahkan kita selama hidup di dunia ini merasa bahagia terus? Pernahkah kita selama hidup di dunia ini merasakan senang terus? Ketika menjalani hidup di dunia ini pasti adakalanya kita bahagia, adakalanya kita sedih, ada kalanya kita senang, ada kalanya kita susah. Ya, karena tidak ada kebahagiaan sejati di dunia ini.  Di dunia ini tidak ada kesenangan yang abadi. Yang namanya hidup di dunia itu pasti pernah merasakan sedih, senang, susah, bahagia. Semuanya silih berganti menghampiri kita dalam kehidupan kita. Kita harus menyadari betul akan hal ini dan kita tanamkan pemahaman dan kesadaran ini kepada orang lain di sekitar kita terutama orang-orang yang dekat dengan kita, seperti orang tua kita, saudara-saudara kita, istri atau suami kita, anak-anak kita, cucu-cucu kita. Mengapa? Karena jika tidak ditanamkan kesadaran dan pemahaman ini maka bisa jadi orang-orang di sekitar kita atau bahkan kita inginnya bahagia dan senang terus, tidak siap menghadapi ...

Untuk Apa Kita Hidup?

Berapa umur kita sekarang? Apa saja yang sudah kita lakukan dalam hidup dari lahir sampai sekarang? Sudahkah kita melakukan hal yang bermakna dalam hidup? Untuk apa saja kita menghabiskan waktu hidup kita? Sudahkah kita mengisi hari-hari dengan melakukan hal yang berharga dalam hidup? Sebenarnya, untuk apa kita hidup? Jawabannya adalah kita hidup untuk beribadah. Beribadah merupakah perbuatan yang bermakna dan berharga. Mengapa bermakna? Karena beribadah memberikan energi yang positif dalam hidup, beribadah menjadikan kita dekat dengan Dzat yang menguasai hidup dan ini adalah sebuah cahaya kehidupan. Mengapa berharga? Karena beribadah akan memberikan manfaat dalam hidup, baik manfaat bagi kita sendiri maupun manfaat bagi lingkungan hidup. Ibadah seseorang menjadikannya mempunyai nilai di hadapan siapapun. Oleh karena itu, marilah kita niatkan dan jalani hidup ini untuk beribadah, beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Dzat yang menguasai hidup kita. Semoga Allah ...

Sebuah Cita-Cita untuk Berkarya

Saya melihat diri saya mempunyai kemampuan menulis dan saya ingin potensi saya ini dapat muncul melalui karya-karya saya. Saya bercita-cita menghasilkan atau bahkan menerbitkan tulisan-tulisan di bidang yang tersebut di bawah ini. 1. Pendidikan Matematika 2. Pendidikan 3. Matematika 4. Statistika 5. Penelitian 6. KeIslaman 7. Hakikat Hidup 8. Entrepreneurship atau Bisnis, dan 9. Leadership atau Sumber Daya Manusia Semoga Allah mudahkan dan semoga Allah berikan keberkahan. Aamiin.

Terima Kasih

Segala pujian hanya pantas kita sanjungkan hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Shalawat dan salam semoga Allah curahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, para keluarganya, para sahabatnya, dan para pengikutnya hingga akhir zaman. Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah berjasa dalam kehidupan saya. Yang pertama tentu kedua orang tua saya yang sudah mendidik saya sejak kecil. Bapak yang memegang teguh prinsip hingga turun prinsip tersebut ke anak-anaknya. Ummi yang lembut, ramah walaupun kadang marah-marah. Ummi sangat perhatian kepada anak-anaknya, sangat peduli pada kesehatan anak-anaknya dan tentunya selalu mendoakan kami semuanya. Berikutnya adalah istri saya yang telah melayani saya dengan penuh cinta, merelakan karirnya hanya sebagai seorang ibu rumah tangga yang mengurus anak-anak saya, mendidiknya, dan menemaninya. Istri saya pantas mendapat julukan bidadari dunia bagi saya. Kemudian, anak-a...